WISH FEMI HERBS

WISH FEMI HERBS

Kategori

Anak dan Orangtua (13) Cerita cinta (10) Cerita inspiratif (44) Kutipan inspiratif (7) moral (40) Sikap (45) Tips (8) Video (2)
Showing posts with label Cerita inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Cerita inspiratif. Show all posts

Saturday, December 22, 2012

Proses



Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek di sekolah, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.

Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, "Tentu saja, I love your cake."

"Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan.

"Yaiks," ujar anaknya.

"Bagaimana dengan telur mentah?"

"You're kidding me, Mom."

"Mau coba tepung terigu atau baking soda?"

"Mom, semua itu menjijikkan."

Lalu Ibunya menjawab, "ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."

Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.

Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.



>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Friday, April 13, 2012

Dua Serigala

Seorang kakek sedang menceritakan kepada cucunya tentang apa yang sedang ia rasakan.

Katanya, "Opa merasa seperti ada dua ekor serigala sedang berkelahi di dalam hati opa. Yang satu serigala yang ganas, penuh amarah dan kekerasan, yang satunya lagi penyayang dan penuh belas kasih."

Cucunya bertanya, "Lalu, serigala mana yang menang di hati Opa?"

Sang kakek menjawab, "Tentu saja yang opa pelihara."


>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Sang "Elang"

Pada suatu hari seorang petani menemukan sebuah telur burung elang. Ia mengambil telur itu dan membawanya pulang untuk kemudian ia letakkan bersama telur-telur ayam di kandang ayam peliharaannya. Telur itu menetas dan bayi elang itu tumbuh bersama ayam-ayam lainnya. Ia mematuk-matuk dan mengais-ngais tanah layaknya seekor ayam biasa. Sepanjang hidupnya ia habiskan di sana. Memasuki usia tuanya, ketika ia memangdang ke angkasa, ia melihat pemandangan yang mengagumkan, seekor elang sedang membelah langit dengan sayap-sayapnya yang perkasa. Melihat itu, ia tertunduk, mengeluh, dan berkata dalam hatinya, "andaikan aku terlahir sebagai seekor elang..."



>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Thursday, April 12, 2012

Susu yang Tumpah

Seorang ilmuwan ternama baru saja menghasilkan beberapa terobosan penting di bidang kedokteran. Dalam wawancara dengan media, ia ditanya tentang bagaimana ia bisa begitu kreatif dibandingkan orang-orang lain pada umumnya. Apa yang menjadikannya sedemikian berbeda daripada orang lain?

Ia menjawab, menurutnya, semua berawal dari pengalamannya bersama ibunya, yang terjadi ketika ia masih balita. Ketika itu ia sedang mencoba mengambil botol susu dari dalam lemari pendingin, dan karena botol itu licin, ia menjatuhkannya, menumpahkan isinya ke mana-mana di lantai dapur.


Ketika ibunya datang ke dapur, bukannya memarahinya ataupun menghukumnya, ibunya malah berkata, "Robert, hebat sekali, jarang-jarang ibu melihat genangan susu sebanyak ini. Yah, sekarang sudah telanjur berantakan, kamu mau main-main sebentar dengan susu itu sebelum kita bersihkan?"

Tentu saja Robert kecil senang. Setelah beberapa saat, ibunya berkata, "Robert, kalau kamu mengacaukan sesuatu, seperti sekarang ini, kamu harus bereskan kembali semuanya seperti semula. Jadi, bagaimana kamu mau membereskannya? Kita bisa menggunakan spons, handuk, atau kain pel. Yang mana yang kamu suka? Robert memilih spons, dan mereka bersama-sama membersihkan susu yang tumpah itu.

Kemudian ibunya berkata, "sepertinya tadi kamu tidak berhasil memegang botol susu yang besar dengan tangan mungilmu. Mari kita ke halaman belakang dan mengisi botol tadi dengan air. Kita coba bagaimana kamu bisa menemukan cara untuk mengambilnya tanpa menjatuhkannya." Bocah kecil itu belajar jika ia memegang di bagian leher botol dengan kedua tangannya, ia bisa mengangkat botol itu tanpa menjatuhkannya. Benar-benar sebuah pelajaran yang bagus!

Sang ilmuwan ternama ini kemudian menekankan bahwa saat itulah ia tahu kalau ia tidak perlu takut untuk membuat kesalahan. Lebih daripada itu, ia belajar bahwa kesalahan hanyalah kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru. Sama halnya dengan percobaan-percobaan ilmiah. Bahkan jika percobaan itu tidak berhasil, biasanya kita belajar sesuatu yang berharga dari ketidakberhasilan itu.

Alangkah baiknya jika semua orangtua mencontoh apa yang dilakukan oleh ibunya Robert.

>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Wednesday, April 11, 2012

Sukses Sang Aktris Michelle Yeoh

Michelle Yeoh (Yeoh Choo Kheng) terlahir di Ipoh, Malaysia. Di usia yang masih amat belia dia bercita-cita ingin menjadi seorang balerina. Sayangnya ketika usianya 16 tahun punggungnya mengalami cedera serius sehingga karir menari profesionalnya terpaksa berhenti.


Michelle hampir saja menyerah dari cita-citanya dan akan menjadi seorang pengacara saja. Melawan nasehat dokternya, ia malah terus mengejar impiannya. Ia yakin kalau ia tidak bisa menari lagi, pasti ada sesuatu yang lain yang bisa ia lakukan. Pada tahun 1983, di usia 21 tahun, ia memenangkan kontes Miss Malaysia. Prestasi ini menarik perhatian Jackie Chan dan industri perfilman Hong Kong.

Pada tahun 1988 setelah filmnya yang ke-5, ia menikah dan pensiun dari layar perak. Pernikahannya tidak berjalan mulus dan akhirnya kandas di tahun 1992.

Lagi-lagi hidup dan impiannya hancur. Tetapi seorang Michelle Yeoh bukanlah seorang perempuan yang terus hanya menangisi pengalaman buruknya. Meskipun telah lebih dari 4 tahun jauh dari industri perfilman, ia tetap mampu untuk kembali dengan gemilang. Bersama Jackie Chan, ia  membintangi Police Story 3: Supercop, yang sukses besar di Asia pada waktu itu. Michelle Yeoh kemudian menjadi aktris terpopular dengan bayaran tertinggi di Asia, dengan massa penggemarnya yang tersebar di seluruh dunia.

Michelle Yeoh juga pernah terpilih untuk memerankan gadis Bond di salah satu film popular James Bond - Tomorrow Never Dies, dan menjadi perhatian di Hollywood. Kini ia sudah menjadi simbol perempuan komplet masa kini, lengkap dengan kecantikan, kecerdasan, dan kekuatan.

"Waktu saya pertama kali bermain di dalam film laga, benar-benar dunia lelaki. Mereka menatap saya dan berkata 'cewek Malaysia, ratu kecantikan, tahu apa dia?' Pada saat itu saya bertekad tidak akan membiarkan siapa pun menatap saya dan mengatakan 'tahu apa kamu?' Saya mungkin tidak tahu banyak tetapi saya mau belajar."
Michelle Yeoh

>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Saturday, April 7, 2012

Ngapain Aku Harus Sedih?


Ada seorang pemuda, yang sedang jatuh cinta kepada seorang perempuan. Perempuan itu gadis yang terbilang biasa-biasa saja, tetapi bagi pemuda itu adalah segala-galanya. Ia sering membayangkan menghabiskan hidupnya bersama perempuan itu. Teman-temannya sering berkata, "kenapa kamu begitu memimpikannya, padahal kamu sendiri tidak tahu apakah dia mencintaimu juga atau tidak. Pertama-tama, beritahu dia dulu tentang perasaanmu, lalu cari tahu apakah ia menyukaimu juga atau tidak."

Ia merasa nasehat teman-temannya ada benarnya juga. Ia pun segera memutuskan untuk mengutarakan isi hatinya kepada perempuan pujaannya itu. Gadis itu sejak awal sudah tahu kalau pemuda ini menyukainya. Suatu hari ketika pemuda itu benar-benar menyatakan cintanya, perempuan itu menolaknya. Teman-teman pemuda itu kuatir sahabatnya ini akan menjadi putus asa dan merusak hidupnya sendiri karena cintanya kandas. Tetapi mereka justru terkejut, sahabatnya itu bersikap biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa.

Penasaran, ketika mereka menanyakan bagaimana bisa ia tidak tampak kecewa dan sedih, ia menjawab, "ngapain aku harus sedih?"

Masih sambil tersenyum, ia melanjutkan, "Aku hanya kehilangan orang yang tidak pernah mencintaiku, dan dia kehilangan orang yang sungguh-sungguh mencintainya."

>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Kepuasan Pelanggan

Seorang anak muda masuk ke sebuah apotek untuk memakai telefon umum di sana. Pemilik apotek memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan bocah itu.

Bocah: Bu, bisakah saya bekerja untuk ibu, memotong rumput taman di rumah ibu?

Nyonya (lawan bicara di telefon): Sudah ada orang yang mengurus taman saya.

Bocah: Bu, saya akan mengurus taman ibu dengan biaya cukup separuh dari yang ibu keluarkan sekarang bu.

Nyonya: Saya sudah puas dengan orang yang sekarang mengurusi taman saya.

Bocah: (dengan lebih antusias) Bu, saya juga akan sapukan trotoar depan rumah dan merapikan semuanya. Rumah ibu akan menjadi rumah dengan taman yang paling indah di sana.

Nyonya: Tidak, terima kasih.

Dengan senyum di wajahnya, bocah itu meletakkan kembali gagang telefon ke  tempatnya. Pemilik apotek yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan itu, menjadi heran melihat sikap bocah itu. Kemudian ia menghampirinya.

Pemilik apotek: Nak, saya terkesan dengan sikapmu. Saya senang dengan semangatmu dan bermaksud menawarkan pekerjaan untukmu.

Bocah: Tidak, terima kasih Pak.

Pemilik apotek: Tapi, tadi saya dengar, bukankah kamu butuh pekerjaan?

Bocah: Oh tidak Pak, tadi saya hanya mengecek bagaimana hasil pekerjaan saya. Sayalah yang telah mengerjakan taman untuk nyonya di telefon tadi.

>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Tuesday, April 3, 2012

Kupu-Kupu dan Kepompongnya

Seseorang memungut sebuah kepompong. Ia membawanya pulang ke rumahnya, supaya bisa mengamatinya menetaskan kupu-kupu. Suatu hari, tampak retakan kecil, dan ia tetap duduk di sana, mengamatinya berjam-jam, ketika kupu-kupu di dalam kepompong itu berjuang mengeluarkan tubuhnya. Lalu, tampaknya kupu-kupu itu berhenti bergerak. Sepertinya ia sudah berusaha semampunya. Orang itu merasa iba, lalu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu.

Lalu ia mengambil sebuah gunting, dan menggunting sedikit kulit kepompong itu. Kupu-kupu itu dengan mudah keluar. Tetapi, tubuhnya agak benjol dan sayapnya kecil dan mengerut. Orang itu terus mengamatinya. Ia berharap suatu waktu sayap kupu-kupu itu akan mengembang. Tidak ada yang terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu kecil itu hanya bisa merayap dengan tubuh benjol dan sayap yang kecil. Ia tidak pernah bisa terbang.

Apa yang orang itu, dengan rasa iba dan kebaikannya, tidak pahami adalah, kupu-kupu harus berjuang untuk keluar dari kulit kepompongnya, melalui celah yang kecil. Itulah cara Tuhan untuk memaksa cairan dari dalam tubuh kupu-kupu agar mengalir ke sayap-sayapnya, agar siap untuk terbang ketika ia berhasil keluar dari kepompongnya. Dengan menghilangkan tantangan yang harus dihadapi kupu-kupu, ia juga telah menghilangkan kesehatan kupu-kupu itu.

Kadang kala, perjuangan mutlak diperlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan mengijinkan kita menjalani kehidupan tanpa ada rintangan, Ia justru melumpuhkan kita.


>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Monday, April 2, 2012

Penerimaan Mutlak

Suatu pagi, ketika John bersiap-siap pergi bekerja, ia berkata kepada istrinya bahwa akhirnya ia memutuskan untuk meminta kenaikan gaji. Sepanjang hari ia menjadi gugup dan gelisah. Bagaimana kalau bos menolak permohonannya? John sudah bekerja keras selama 18 bulan ini dan memberikan kontribusi cukup besar untuk perusahaan periklanan tempatnya bekerja. Tentu saja ia pantas mendapatkan kenaikan gaji.

Berpikir untuk berjalan ke ruangan bosnya saja sudah membuat lututnya lemas. Sore hari sekali barulah ia memberanikan diri menemui bosnya. Di luar dugaan, bos menyetujui permohonan kenaikan gajinya!

John tiba di rumah larut malam hari. Ternyata istrinya, Jane, sudah menyiapkan makan malam yang meriah, menu favoritnya. John berpikir, pasti seseorang di kantor sudah membocorkan kenaikan gaji John kepada istrinya.

Di dekat piring makannya, John menemukan sebuah catatan kecil. Dari istrinya. Isinya: "Selamat, sayangku! Aku yakin kamu pasti mendapatkan kenaikan gaji! Aku menyiapkan makan malam ini untuk menunjukkan betapa aku mencintaimu. Aku sangat bangga dengan pencapaianmu!" Ia merenung sejenak, betapa sensitif dan perhatian istrinya.

Setelah menghabiskan makanannya, John pergi ke dapur, lalu ia melihat sebuah catatan lain di lantai dapur. Mungkin terjatuh dari saku Jane. Ia memungutnya, lalu membaca: "Jangan kuatir kamu tidak mendapat kenaikan gaji. Bagaimana pun juga, kamulah yang terbaik. Aku menyiapkan makan malam ini untuk menunjukkan betapa aku mencintaimu, meskipun kamu tidak mendapatkan kenaikan gaji."

Mendadak air mata sudah memenuhi mata John. Penerimaan mutlak! Jane mendukungnya, dalam kondisi apapun.

Rasa takut akan penolakan kerap kali memudar tatkala kita tahu bahwa seseorang mencintai kita tanpa peduli akan keberhasilan atau ketidakberhasilan kita.

>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Tuesday, March 27, 2012

Nelayan Vs. Pengusaha

Seorang nelayan sedang bersantai di tepi pantai. Seorang pengusaha yang kebetulan lewat melihat nelayan itu dan mengajaknya berbincang-bincang. "Sedang apa nih Pak?" tanya si pengusaha.

"Saya sudah menangkap cukup banyak ikan untuk kebutuhan hidup keluarga saya, jadi tentu saja sekarang saya sedang bersantai saja menikmati keidahan ciptaan Tuhan.," jawabnya.

"Tapi Pak," si pengusaha menanggapi jawaban nelayan, "kalau Bapak tetap melaut dan bekerja lagi seharian, Bapak bisa dapat lebih banyak uang dan membeli kapal lagi kan? Kalau Bapak menanam uang, suatu hari Bapak bisa jadi orang kaya juga," si pengusaha menyarankan.

"Begitu ya... Lalu kenapa Saya harus seperti itu?" Tanya si nelayan.

"Yah... tidakkah Bapak sadar? Bapak akhirnya nanti bisa pensiun dan berlibur di pantai, menikmati ciptaan Tuhan deh," ujar si pengusaha bersemangat.

"Tapi... bukannya itu yang sekarang sedang saya lakukan?" Jawabnya.


>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Sunday, March 25, 2012

Harga sebuah Mukjizat


Sally baru berusia 8 tahun. Papa dan mama sedang berbicara serius tentang adik kecilnya, Georgi, yang sedang sakit parah, dan sepertinya tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan hidupnya. Hanya sebuah operasi yang mungkin bisa menolongnya, tetapi tentu saja biayanya amat mahal dan di luar kemampuan mereka. Sally mendengar papanya mengeluh dengan putus asa, "Kini hanya mukjizat yang bisa menolongnya."

Sally masuk ke kamarnya dan mengambil celengannya. Ia mengeluarkan semua isinya dan menghitungnya dengan teliti. Tiga kali hitung. Jumlahnya sudah benar, tidak mungkin salah. Ia membungkus uangnya dengan saputangan, lalu diam-diam ia pergi dari rumahnya menuju ke apotek di ujung jalan.


Sally menunggu dengan sabar sampai apoteker di sana melayaninya.... tetapi tampaknya ia masih terus sibuk berbicara dengan seorang pelanggan. Sally beberapa kali mencoba menarik perhatiannya, namun tidak berhasil. Akhirnya ia mengetuk-ngetuk kaca etalase. "Ada perlu apa?" tanya apoteker dengan nada sedikit kesal. "Saya sedang berbicara dengan kakak saya."

"Aku juga ingin bicara tentang adikku," Sally menjawabnya dengan nada kesal yang sama. "Dia sedang sakit... dan aku ingin membeli mukjizat."

"Maaf?" apoteker itu sedikit bingung.

"Kata papa, sekarang hanya mukjizat yang bisa menolongnya... jadi mukjizat itu berapa harganya?"

"Kami tidak menjual mukjizat di sini Nak. Aku tak bisa membantumu."

"Hei, aku punya uang lho. Berapa sih harganya?"

Seseorang yang sejak tadi memperhatikan kejadian itu mendekati Sally, ia membungkuk dan bertanya, "Mukjizat seperti apa yang diperlukan adikmu, Nak?"

"Aku tak tahu," Sally menjawabnya, ia sudah hampir mulai menangis. "Aku hanya tahu kalau adikku sedang sakit parah dan kata mama harus dioperasi. Papa mama tidak punya uang... tapi aku punya."

"Kamu punya uang berapa?" tanya orang itu.

"Satu dolar sebelas sen," Sally menjawab dengan bangga. "Dan ini semua uang yang kupunya."

"Wah, kebetulan sekali," orang itu tersenyum. "Satu dolar dan sebelas sen... pas sekali dengan harga mukjizat untuk menolong adikmu." Ia mengambil uang itu dari tangan Sally, tangan yang satunya lagi menggenggam tangan Sally dan berkata "Ayo ajak paman ke rumahmu. Paman ingin bertemu dengan adikmu dan papa mamamu."

Orang itu adalah dr. Carlton Armstrong, ahli bedah ternama, spesialis penyakit yang diderita Georgi. Operasi itu berjalan lancar, bebas biaya apa, dan tak lama kemudian Georgi sudah boleh pulang ke rumah dan sehat.

Papa mama sangat bersemangat menceritakan tentang hal ini. "Operasi itu," kata mama, "adalah sebuah mukjizat. Sebenarnya kira-kira berapa ya biayanya?"

Sally tersenyum sendiri. Ia tahu persis berapa harga mukjizat itu. Satu dolar dan sebelas sen, ditambah keyakinan dari seorang bocah kecil.

>>> Langganan cerita-cerita di "Moral Compass"
>>> Cerita-cerita bagus lainnya
>>> Info gadget-gadget keren
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Thursday, March 22, 2012

Bagus lah

Seorang raja di Afrika mempunyai seorang teman, teman sepermainannya sejak masih kanak-kanak. Temannya itu memiliki kebiasaan unik dalam memandang setiap situasi dalam hidupnya, dan selalu akan berkata, "Bagus lah!"

Suatu hari, mereka pergi berburu. Temannya menyiapkan senjata untuk sang raja. Kali ini sepertinya ia melakukan sedikit kesalahan dalam mempersiapkan senapan itu, karena ketika raja menembakkan senapannya, jari jempol sang raja justru cedera parah karena ledakan. Raja kehilangan jempolnya. Seperti biasa, setelah mengamati kejadian itu, temannya hanya mengatakan, "Bagus lah!". Raja marah, "Apanya yang bagus!" lalu raja memenjarakan temannya itu.

Setelah satu tahun kemudian, raja sedang berburu sendirian. Raja seharusnya sudah tahu bahwa seharusnya ia menjauhi daerah itu. Suku kanibal menangkapnya dan mengaraknya ke desa mereka. Mereka mengikat sang raja, menyiapkan kayu bakar, dan bersiap untuk memanggang dirinya.

Begitu persisapan selesai, mereka menyadari bahwa calon santapan mereka kali ini tidak memiliki satu jari jempolnya. Berdasarkan kepercayaan primitif mereka, pantang bagi mereka untuk menyantap mangsa yang anggota tubuhnya sudah tidak utuh lagi. Lalu raja pun dilepaskan pergi.

Sesampainya di kediamannya, ia teringat kejadian satu tahun lalu yang menghancurkan jari jempolnya, dan merasa bersalah atas tindakannya kepada sahabatnya sendiri. Segera ia menuju ke penjara untuk berbicara dengan temannya. "Kamu benar" katanya. Raja menceritakan pengalaman mengerikan yang nyaris merenggut nyawanya. "Bagus lah jari jempolku itu hancur waktu itu. Aku sangat menyesal telah memenjarakanmu begitu lama. Perlakuanku kepadamu sangatlah buruk." Demikian kata sang raja, menyesali keputusannya.

"Tidak, kawan..." Temannya menjawab sambil tersenyum, "bagus lah...!"

"'Bagus lah' bagaimana maksudmu? Aku memenjarakanmu sudah satu tahun, kok bagus???" Raja heran dan sedikit gusar dengan kebiasaan temannya yang satu ini.

"Kalau aku tidak dipenjara, aku pasti ikut berburu bersamamu."


Wednesday, March 21, 2012

Wortel, Telur, dan Kopi

Seorang gadis mengadu kepada ibunya, betapa hidupnya penuh dengan kesulitan tiada henti. Ia sudah tidak tahu lagi bagaimana mengatasinya dan ingin menyerah saja. Setiap satu masalah berlalu, selalu ada saja masalah lain bergiliran menderanya.

Lalu ibunya mengajak gadis itu ke dapur. Ia mengisi tiga panci kecil dengan air. Di panci pertama dimasukkan wortel, di panci ke-dua dimasukkan telur, dan di panci terakhir kopi bubuk. Kemudian ia merebus ketiga-tiganya. Mereka menunggu tanpa berkata sepatah kata pun.

Dua puluh menit kemudian, ia mematikan kompor, lalu memindahkan wortel dan telur, dan menuangkan kopi, masing-masing ke dalam sebuah mangkuk. Ketiga mangkuk itu ia letakkan di hadapan putrinya.

Ibunya bertanya, "Apa yang kamu lihat?" "Wortel, telur, dan kopi," jawab putrinya. Kemudian ibunya menyuruh putrinya untuk memegang wortel. Gadis itu menyentuhnya, ia merasakan wortel itu sudah menjadi empuk. Lalu ibunya mengambil telur itu dan memecahkannya. Sambil mengupas kulit telur, ia merasakan isi telur itu sudah menjadi keras. Terakhir, ibunya menyuruh putrinya mencicipi kopi. Putrinya tersenyum, menikmati kopi yang begitu harum dan kaya rasa.

"Tetapi, maksudnya apa ma?" Gadis itu bertanya dengan bingung. Ibunya menjelaskan bahwa mereka semua baru saja menghadapi lawan yang sama -air mendidih-, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel awalnya kuat dan keras. Namun, menyerah kepada air panas. Wortel melunak, dan menjadi lemah.

Telur mempunyai kulit yang keras, untuk melindungi isinya yang cair dan lembut. Namun setelah menghadapi air panas, isinya menjadi keras.

Tetapi kopi bubuk berbeda. Direbus dalam air mendidih, kopi justru mengubah air.

"Ketika kesulitan datang," ibunya bertanya, "bagaimana kamu meresponnya? Apakah kamu wortel, telur, atau kopi bubuk?"


Yang manakah kita? Wortel yang kelihatannya keras dan kuat, tetapi ketika menghadapi kesulitan, kita layu, melunak dan kehilangan kekuatan kita?

Apakah kita seperti telur, yang tadinya memliki hati yang lembut, namun karena menghadapi kehilangan, perpisahan, kesulitan keuangan, dan berbagai cobaan lainnya, hati kita mengeras dan menjadi kaku? Apakah tampak luar kita kelihatannya sama saja, tetapi sesungguhnya di dalam, hati telah berubah menjadi bebal?

Atau apakah kita seperti seperti kopi bubuk? Ketika air semakin panas, kopi mengeluarkan sarinya yang bermanfaat. Kopi menggunakan air panas, keadaan yang membawa rasa sakit, untuk mengubah dirinya sendiri dan air.






>>> Info gadget-gadget keren 
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Terdampar

Seorang korban kapal karam terdampar sendirian di sebuah pulau yang kecil tak berpenghuni. Ia terus berdoa dengan tekun supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari juga ia memandangi lautan, menunggu tim pencari, tapi tampaknya tidak kunjung datang juga.

Bersusah payah, akhirnya ia selesai membangun gubuk kecil dari kayu-kayu yang bisa ia temukan di pulau itu. Namun kemudian, suatu hari sepulangnya dari mencari makanan, ia mendapati gubuknya terbakar. Kini semuanya habislah sudah.

Ia sudah amat lelah dan marah dengan semua ini. Ia mengeluh, "Tuhan, mengapa ini semua terjadi kepadaku?" Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, ia terbangun karena suara kapal. Ya, sebuah kapal sedang menuju ke pulau itu, untuk menolongnya. "Bagaimana kalian bisa tahu aku ada di sini?" Ia bertanya kepada para awak kapal penolongnya.

"Kami melihat sinyal asap," jawab mereka.

Jikalau suatu hari gubuk kecil mu hangus terbakar, ingatlah, mungkin saja itu adalah sinyal yang memanggil kemuliaan Tuhan.

>>> Info gadget-gadget keren 
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Tuesday, March 20, 2012

Life is All About Choices

Sahabatku, John, kelihatannya tidak mengerti arti kesedihan. Sehari-harinya ia selalu ceria, tidak pernah mengeluh, dan selalu menyikapi hal apa pun dengan ringan dan santai. Ia adalah seorang manajer restoran yang unik dalam mengelola para bawahannya. Ia selalu mengajarkan mereka untuk melihat sisi baik dari setiap kesulitan yang mereka alami. Mereka menjadi sangat setia kepada John.

Suatu hari, karena aku begitu penasaran, aku bertanya kepadanya, aku tidak mengerti, bagaimana mungkin kamu bisa selalu ceria begitu setiap saat? Lalu dia menjawab, "Setiap pagi aku bangun tidur dan selalu berkata pada diri sendiri, John, kamu punya dua pilihan hari ini. Mau pilih bergembira, atau mau pilih bersusah. Aku memilih untuk bergembira. Setiap kali terjadi hal yang tidak menyenangkan, aku bisa memilih mau menjadi korban atau memilih untuk mengambil pelajaran darinya. Aku memilih untuk belajar. Setiap kali ada orang yang komplain kepadaku, aku bisa memilih untuk dongkol karena keluhan mereka, atau aku bisa mengambil sisi positifnya. Aku memilih sisi positifnya.

"Itu kan tidak gampang," aku menyela. "Gampang kok," kata John. "Kehidupan itu hanya masalah  pilihan-pilihan. Setiap situasi menawarkan pilihan. Kita memilih bagaimana kita bereaksi terhadap situasi. Kita memilih bagaimana orang lain memengaruhi mood kita. Intinya: bagaimana kita menjalani hidup, adalah pilihan kita." Aku merenungkan kata-kata John.

Tidak lama kemudian, aku memulai usahaku sendiri. Aku menjadi jarang berkomunikasi dengan John lagi, tapi aku masih sering mengingatnya setiap aku membuat berbagai keputusan dalam hidup. Lalu beberapa tahun kemudian, aku mendengar kabar tentang John. Pagi hari John membiarkan pintu belakang restoran tempatnya bekerja terbuka. Perampok masuk, dan John menjadi korban penembakan dalam peristiwa itu. Lukanya cukup fatal, namun beruntung, nyawanya  bisa diselamatkan karena ia cepat memperoleh pertolongan. Setelah operasi selama 18 jam dan berminggu-minggu dalam perawatan intensif, John diperbolehkan pulang ke rumahnya, dengan bekas luka tembakan di tubuhnya.

Kira-kira enam bulan sejak peristiwa perampokan itu, aku mengunjunginya. Aku bertanya kepadanya apa yang dipikirkannya saat kejadian perampokan itu. "Hal pertama yang terlintas di pikiranku adalah seharusnya aku mengunci pintu belakang restoran." Jawab John. "Lalu ketika aku terluka dan terbaring di lantai, aku ingat bahwa aku mempunyai dua pilihan: aku bisa memilih untuk hidup, atau memilih mati. Aku memilih hidup."

"Apakah kamu takut? Apakah kamu pingsan?" Aku bertanya. John melanjutkan, ".... petugas paramedisnya hebat. Mereka terus mengatakan kepadaku kalau aku akan baik-baik saja. Tapi ketika mereka melarikanku ke UGD, dari ekspresi dokter dan perawat di sana, aku benar-benar ketakutan. Di mata mereka, aku membaca 'dia tidak akan selamat'. "Aku harus melakukan sesuatu."

"Apa yang kau lakukan?" Aku bertanya. "Yah, ada seorang perawat berbadan besar yang meneriakkan berbagai pertanyaan kepadaku," kata John. "Dia bertanya apakah aku menderita alergi tertentu. 'Ya,' jawabku. Dokter dan perawat serentak menghentikan kesibukan mereka, menunggu jawabanku. Aku menarik nafas panjang dan berteriak, 'PELURU!' Mereka semua tertawa, aku berkata kepada mereka, 'saya memilih untuk hidup. Ayo segera operasi saya layaknya saya masih hidup, bukan sudah mati." 

Kini John bisa hidup berkat keterampilan dokter-dokternya, tapi juga karena sikapnya yang luar biasa. Aku belajar banyak dari John, bahwa setiap hari kita punya pilihan untuk hidup sebaik-baiknya.

Sikap, bagaimana pun juga, adalah segala-galanya.

>>> Info gadget-gadget keren 
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Sunday, March 18, 2012

Pikiran yang Jernih

Pasangan muda yang baru menikah, menempati rumah di sebuah komplek perumahan.

Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela rumahnya, melihat tetangganya sedang menjemur kain.

"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya," kata sang istri.
"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yg sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:

"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira2 yang sudah mengajarinya? "

Suaminya menjawab, "aku bangun pagi-pagi sekali hari ini dan membersihkan kaca jendela kita."

Dan begitulah kehidupan.
Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..

Jika pikiran kita jernih, maka jernih pula penilaian kita.


>>> Info gadget-gadget keren 
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Saturday, March 17, 2012

Apa yang Membuatmu Bahagia

Istri John Maxwell (pembicara dan motivator top), Margaret
      
John Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan.
Di akhir sesi, semua hadirin bertepuk tangan dan tibalah sesi tanya jawab.

"Mrs. Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"
Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus.
Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab,"TIDAK."
Seluruh ruangan terkejut. "Tidak,"
katanya sekali lagi, "John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia."

Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yg sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..

Tiba-tiba ada suara bertanya,"MENGAPA?"

"KARENA," Jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."

Margaret mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia.
Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu.
Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia.
Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.

Kamu BERTANGGUNG JAWAB atas DIRIMU SENDIRI.
Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih.
Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

BAHAGIA ATAU TIDAKNYA HIDUPMU BUKAN DITENTUKAN OLEH
seberapa kaya dirimu
seberapa cantik istrimu ata seberapa gagah suamimu
seberapa sukses hidupmu.

BAHAGIA adalah PILIHANMU SENDIRI.


>>> Info gadget-gadget keren 
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu

Wednesday, March 14, 2012

Our Helping Hands

Hari itu menjelang gelap. Seorang wanita separuh baya sedang kebingungan karena ban mobil yang sedang dikemudikannya kempis. "Celaka!" Pikirnya. Perjalanannya menuju kota tujuannya masih panjang, dan cuaca yang dingin membuat jalanan sangat sepi. Sepertinya orang-orang sepakat untuk berdiam di rumah saja. Ia pun memutuskan untuk menunggu di dalam mobilnya, sampai ada orang yang lewat, yang mungkin bisa ia mintai bantuan.

John mengemudikan mobilnya. Fisik dan pikirannya lelah memikirkan permasalahan hidupnya. Pabrik tempatnya bekerja baru saja ditutup, ia kehilangan pekerjaan. Sementara dia harus tetap menafkahi keluarganya. Tiba-tiba John menghentikan mobilnya, memundurkannya sedikit, lalu ia keluar dari mobilnya.

John menghampiri mobil wanita itu, dan meski dengan senyum di wajahnya, wanita itu agak was-was menanggapinya. Sudah hampir satu jam ia menunggu di mobilnya dan tak ada satu pun yang lewat. Orang ini tampak lusuh sekali, apakah berbahaya? Bagaimana kalau ia bermaksud jahat? Begitulah yang pertama terlintas di pikirannya.

Melihat ekspresi wanita di hadapannya, John merasakan apa yang ada di pikiran wanita itu. Ia berkata, "Permisi Bu, saya rasa Ibu sedang kesulitan, dan saya bermaksud membantu Ibu. Oh iya, ngomong-ngomong nama saya John. Sebaiknya Ibu tetap di dalam mobil saja karena di luar sini sangat dingin." Memang hanya masalah ban yang kempis, tapi itu adalah masalah besar bagi seorang wanita seusianya. Segera saja John mulai bekerja, dan tidak lama kemudian ban sudah selesai diganti. Tapi tangan John menjadi kotor dan sakit.

Ketika sedang mengencangkan baut terakhir, wanita itu membuka kaca jendelanya dan mulai berkata, bahwa ia amat berterimakasih atas bantuan John. Ia sedang dalam perjalanan ke kota sebelah.
Wanita itu bertanya berapa yang harus ia bayar. Bahkan ia pun sudah membayangkan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi kalau ternyata orang yg menolongnya ini benar bermaksud jahat...

John tersenyum sambil menutup bagasi mobil wanita itu. Tidak sedikitpun ia berpikir tentang uang. Yang baru saja dilakukannya, baginya bukanlah sebuah pekerjaan, tetapi menolong orang lain yang sedang membutuhkan. Tuhan pun tahu selama ini sudah berapa banyak juga orang-orang yang pernah menolongnya.
John berkata menjawab, kalau ia benar-benar ingin membalas jasanya, sekali waktu kalau ia bertemu orang yang membutuhkan bantuan, bantulah. Dan John menambahkan "... dan ingatlah kepada saya."

John menunggu sampai wanita itu menjalankan mobilnya untuk melanjutkan perjalanannya. Hari itu benar-benar dingin dan melelahkan, tapi John merasa senang, dan ia pun kembali melanjutkan perjalanannya.

Beberapa kilometer kemudian, wanita itu melihat sebuah restoran kecil. Ia mampir untuk makan dulu dan menghangatkan tubuhnya. Seorang pelayan menghampirinya, dengan senyum dan amat ramah melayaninya. Bahkan membawakan handuk hangat untuknya. Wanita itu memperhatikan pelayan tadi sedang hamil tua, tapi begitu ceria dan bersemangat menyikapi pekerjaannya. Wanita tua itu heran bagaimana orang kecil seperti pelayan itu bisa memberi begitu banyak, lewat pekerjaannya, kepada orang lain yang menjadi tamunya? Lalu ia segera teringat pemuda bernama John yang tadi menolongnya.

Setelah menghabiskan makanannya, dan membayar dengan uang 100$, pelayan tadi pergi ke dalam untuk mengambil uang kembaliannya. Lalu wanita itu diam-diam pergi untuk melanjutkan perjalanannya.

Pelayan tadi bingung ketika mendapati tamunya sudah pergi tanpa mengambil uang kembaliannya, lalu ia melihat ada yang surat yang ditinggalkan tamunya tadi. Matanya mulai basah sambil ia membaca apa yang dituliskan wanita itu. Katanya, "Kamu tidak berutang apa pun Nak. Seseorang pernah membantu saya, sama seperti aku membantu Kamu. Kalau Kamu hendak membalasnya, lakukanlah ini: Jangan biarkan rantai kasih terputus."

Ia masih sibuk bekerja sampai larut malam. Malam itu ketika ia sudah di rumahnya dan beranjak ke tempat tidur, ia memikirkan uang dan surat yang diberikan oleh wanita tua tamunya tadi. Bagaimana wanita itu bisa tahu betapa ia dan suaminya membutuhkan uang itu? Apalagi bayinya akan lahir bulan depan, akan sangat sulit bagi mereka. Ia tahu suaminya amat memikirkan kondisi rumah tangga mereka. Berbaring di sisi suaminya, ia memberikan ciuman lembut dan berbisik pelan,

Tuesday, March 13, 2012

Luput

Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yang sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya.

Kemudian sampailah ia di sebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yang memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki itu menemui pak petani dan mengatakan bahwa ia ingin menikahi salah satu dari putrinya, tapi ia bingung mana yang paling sempurna. Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si lelaki setuju.

Hari pertama ia pergi berduaan dengan putri pertama. Ketika pulang, ia berkata kepada pak petani," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."

Hari berikutnya ia pergi dengan putri yang kedua dan ketika pulang dia berkata,"Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak sedikit juling."

Akhirnya pergilah ia dengan putri yang ketiga. Begitu pulang, dengan gembira ia mendatangi pak petani dan berkata, "Inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."

Lalu menikahlah si lelaki dengan putri ketiga dari pak petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si istri melahirkan. Dengan penuh kebahagian, si lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ia begitu kaget dan kecewa, dilihatnya anaknya sangatlah jelek. Ia menemui pak petani dan bertanya, "Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak? Putri bapak cantik dan saya tampan, kenapa anak saya bisa sejelek itu...?"

Pak petani menjawab, "putri ketiga ku mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan. Waktu itu ia sudah hamil duluan..."



>>> Info gadget-gadget keren 
>>> Gambar animasi lucu untuk Display Pic di BBM kamu